Begadang Membaca Buku Islami Di Malam Tahun Baru

Malam tahun baru yang dingin ini, karena sehabis hujan, asyiknya memang berdiam diri di rumah lalu begadang membaca buku² islami. Merenungkannya halaman demi halaman untuk mendapatkan pencerahan darinya.

Sangat disayangkan jika rumah-rumah kaum muslimin tidak dihiasi dengan bahan-bahan kepustakaan Islam yang memadai. Mereka mungkin banyak memiliki buku, tapi sedikit sekali buku islam yang mereka miliki atau bahkan tidak ada sama sekali.

Bagaimana dapat mengenal Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sementara mereka tidak memiliki bacaan terkait dengan beliau? Bagaimana bisa mereka tidak memiliki satupun kitab tafsir Alquran sementara Rasulullah berakhlakan Alquran? Bagaimana mereka tidak memiliki buku hadits sementara disana kita temui orang yang kita teladani berbicara dan bertindak?

Dan bagaimana mereka bisa bangga melihat sejarah umat ini yang pernah mengalami masa kejayaannya di waktu lalu sementara mereka tidak tahu apa-apa tentangnya; pemerintahannya, para ulamanya, para ilmuwannya, buku-buku yang di tulis, hasil penelitian dan pemikirannya serta bangunan² bersejarahnya, dst.?

Buku-buku islami sangat banyak jumlahnya. Jika kita tidak memiliki banyak waktu membacanya, cukuplah diwakili satu judul saja setiap disiplin ilmu. Setidaknya agar kita memperoleh gambaran yang luas dan umum tentang kemuliaan agama ini dan umatnya yang lurus.

Misalnya saja dalam kajian tafsir Alquran ada kitab tafsir Ath Thabari dan tafsir Ibnu Katsir. Bisa pilih salah satunya karena kedua kitab ini bercorakkan tafsir bil ma’tsur sehingga cocok mendekatkan diri kepadanya untuk memahami kebenaran agama ini.

Atau buku yang lain dalam kajian hadits semisal Kitab Hadits Bukhari dan Hadits Muslim yang dikenal shahihain di antara buku hadits yang sangat baik kita baca karena cakupannya yang luas. Atau buku-buku hadits yang lebih spesifik seperti Riyadhus Shalihin yang banyak berbicara tentang akhlak, adab, dan keutamaan², atau Bulughul Maram yang banyak berbicara tentang hukum dan fikih, atau Al Adzkar yang banyak berbicara tentang amalan-amalan yaumiyah seperti zikir dan doa.

Banyaknya kepustakaan islam seharusnya menjadikan kita tertantang untuk memilikinya sebanyak yang kita mampu miliki. Mungkin tidak langsung kita baca secara penuh dalam waktu yang singkat. Setidaknya di saat kita membutuhkan penjelasan tentang kehidupan ini, kita dapat dengan mudah merujuk kepadanya. Semoga dengan cara itu kita juga cepat mendapat hidayah Ilahi.

Buku-buku islami yang baik adalah buku-buku yang berdampak pada penguatan iman kita dan tidak melenceng dari tuntunan Alquran dan As Sunnah. Semoga Allah memberi kita rezeki untuk membelinya, lalu membacanya dan mengamalkannya.