Belajar dari Generasi Ulul Albab

Sering sekali membaca satu kalimat atau satu paragraf nasehat tidak cukup. Butuh penjelasan untuk menyertainya agar tidak salah dalam memahami walaupun tampak sederhana ketika dibaca. Jangan terlalu mengandalkan akal kita yang awam. Berikan haknya kepada orang yang lebih berilmu. Bukan untuk menyerahkan akal kita kepadanya tapi untuk mendapatkan gambaran dan kebenaran yang lebih mendekati.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah untuk mendapatkan penjelasan satu ayat, beliau membaca 100 tafsir. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menerjemahkan iyyakanabudu waiyya kanastain dalam 3 jilid buku yang berjudul madarijus salikin. Ibnu Sina membaca buku Metafisika-nya Aristoteles hingga 40x namun belum juga memahaminya hingga ia dapati buku pengantar Metafisika-nya Aristoteles karya Al Farabi.

Dan setelah berpetualang dalam kawah candradimuka ilmu, mereka tetap membumi merendah bahwa hakikatnya yang menanamkan ilmu itu adalah dari Allah, Robbi Zidni ilma. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah jika tidak dapat memahami ilmu yang dipelajarinya, beliau membaca istighfar 1000 kali atau memperbanyak sujud dan berdoa, “Ya Allah, Dzat yang mengajari Ibrahim, ajarilah aku.” Ibnu Sina pun demikian, dia berjalan menuju masjid dan beribadah di sana memohon dibukakan pemahaman baginya. Dia menceritakan bahwa dalam tidurnya seringkali bermimpi tentang pemecahan masalah┬▓ itu.

Jadi para ulama dalam menuntut ilmu itu melakukan dua aktivitas besar, tekun dalam mencari ilmu dan tekun dalam berdoa. Hingga ia merasakan kejernihan hadir di dalamnya sebagaimana generasi Ulul albab, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” (QS. Ali Imran: 190-191)

penachandra.com