Hikmah Dibalik Gerhana

Terjadinya gerhana matahari, sebagaimana gerhana bulan, adalah tanda-tanda kebesaran Allah. Oleh karenanya umat Islam disunahkan shalat gerhana ini agar mengingat kembali kekuasaan Allah Yang Maha Pencipta.

Gerhana matahari adalah fenomena alam yang jarang terjadi. Bagaimana tidak? Matahari yang diibaratkan sebagai sumber kehidupan bagi bumi terhalang oleh adanya bulan. Mungkin ini fenomena alam yang patut diperhitungkan sehingga membuat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memerintahkan umatnya untuk shalat.

Rasulullah tidak hanya mematahkan asumsi bahwa terjadinya gerhana itu disebabkan oleh kematian putranya, Ibrahim. Mematahkan kultus individu seperti yang sering terjadi pada umat-umat sebelumnya atau umat-umat pada agama atau tradisi lainnya. Dan semata-mata murni terjadi sebagai tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Guna memurnikan ketaatan kepada Allah yang Maha menggenggam alam semesta.

Aisyah Radhiyallahu Anha melihat shalat Rasulullah saat shalat gerhana dengan kalimat, “Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.” (HR. Muslim)

Karena Rasulullah merasa khawatir bila terjadinya hari kiamat pada saat itu. Begitu menakjubkannya rasa takut Rasulullah. Padahal sepertinya hampir tidak mungkin kiamat itu terjadi pada masanya. Justru pada masa kita sekaranglah kita sudah seharusnya lebih takut lagi. Karena kiamat lebih dekat dengan masa kita daripada masa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam.

Imam An-Nawawi menjelaskan alasan Nabi Shalallahu alaihi wasallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. An-Nawawi memaparkan beberapa alasan, di antaranya, “Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda-tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian dari tanda kiamat.“ ( Syarh Muslim, 3/322)

Syaikh Abdurrahman Al-Barrak menambahkan, “Gerhana bulan atau matahari merupakan tanda-tanda alam yang Allah perlihatkan kepada manusia. Agar dengan itu, mereka takut dan ingat akan fenomena yang terjadi pada hari kiamat. Dimana Allah ta’ala menggambarkan dalam Al-Qur’an, ‘Yaitu apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, maka apabila mata terbelalak keluar (ketakutan, dan bulan pun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan dikumpulkan’).

Marilah sahabat, memperbanyak dzikir dan mengerjakan shalat gerhana dengan penuh kekhusyuan. Mohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan kita.