Jangan Pernah Meremehkan Kader

Saya teringat dengan sepenggal kalimat tausiyah ustadz Zulkarnain sewaktu kemah Bhakti kader kemarin, “Jangan pernah meremehkan kader!”

Ya, jangan pernah meremehkan kader. Kalian melihat mantan budak dan si hitam legam Bilal bin Rabbah Radhiyallahu Anhu adalah muadzin Rasulullah dan salah satu sahabat yang ahli surga. Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu berkata tentang Bilal, “Abu Bakar adalah pemimpin kita, yang telah memerdekakan pemimpin kita (Bilal).”

Kalian melihat sosok seperti Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu bertubuh kurus dan pendek, hingga tinggi badannya tidak akan berapa bedanya dengan orang yang sedang duduk. Kedua betisnya kecil dan kempes, yang tampak ketika ia memanjat sebuah pohon untuk mengambilnya sebagai siwak untuk Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Para sahabat menertawakannya ketika melihat kedua betisnya itu. Maka bersabdalah Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, “Tuan-tuan menertawakan betis Ibnu Mas’ud, keduanya di sisi Allah lebih berat timbangannya dari gunung Uhud!”

Kalian melihat Amr bin Jamuh Radhiyallahu Anhu yang pincang kakinya lalu diberi uzur untuk tidak turut berjihad. Tapi karena permintaannya yang amat sangat, akhirnya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam memberinya izin. Lalu kemudian Amr berdoa, “Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk menemui syahid, dan janganlah aku dikembalikan kepada keluargaku!” Allah mengabulkan doa itu, Amr pun syahid. Dan setelah 46 tahun dimakamkan, terjadi banjir besar yang melanda pemakaman itu. Banyak orang yang saat itu menyaksikan jenazah Amr bin Jamuh masih utuh seolah sedang tidur nyenyak.

Janganpernah meremehkan kader. Kalian mungkin melihat mereka tidak banyak bicara tapi banyak berpikir dan bekerja. Tangan mereka bicara, tingkah laku mereka bicara, karya mereka bicara, hingga kematian mereka pun bicara. Mereka mungkin terlihat lemah bagi kita, tapi di masjid mereka hadir, di ta’lim mereka hadir, di acara² amal jama’i mereka hadir, di acara baksos mereka hadir, dst. Mereka hadir melebihi kehadiran orang-orang yang mengaku dirinya lebih kuat.