Kekuasaan Sebagai Alat untuk Menjaga Agama

Setiap aliran dalam sejarah selalu mendapat panggung setelah mereka ditopang oleh kekuasaan.

Di zaman kekhalifahan Abbasiyah, Al Makmun dan Al Watsiq berkuasa, Mu’tazilah mendapat panggung untuk menyebarkan pemikirannya. Mereka menindak siapa saja yang menolak mengatakan Alquran adalah makhluk, seperti halnya yang terjadi pada Imam Al Buwaithi, Imam Al Khuza’i, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Muhammad bin Nuh. Lewat kekuasaan dua Khalifah itu, mereka menyiksa ulama-ulama itu dan kaum mukminin lainnya. Serta mengatakan orang yang tidak mengakui Alquran sebagai makhluk adalah kafir. *

Lalu sepeninggal Al Watsiq, yakni di zaman Al Mutawakkil, ahlussunnah wal jamaah kembali mendapatkan perannya. Dia menyingkirkan bid’ah dan menghidupkan Sunnah.

Daulah Fatimiyah di Mesir menghidupkan ajaran Syiah. Di sana Syiah mendapatkan tempatnya yang mendalam. Orang-orang Sunni/ahlussunnah disingkirkan.

Di Saudi ajaran Wahabi mendapatkan panggung karena ditopang pihak kerajaan.

Ajaran komunis marxis mendapatkan tempat yang nyaman di Unisoviet, Cina, dkk. Zionisme di Israel. Kapitalisme liberalisme di banyak negara Eropa dan Amerika.

Kita jangan sampai berpikiran jika Islam atau ajaran ahlussunnah menyingkirkan orang yang tidak sependapat dengannya. Bukan. Tapi Islam memberikan keselamatan kepada mereka yang mengikuti berdasarkan tuntunan Alquran dan As Sunnah. Sebaliknya, kepada mereka yang menyebarkan kemusyrikan, kesesatan, dan kerusakan, akan merasakan hukumannya.

Allah Subhanahu wa taala berfirman, “(Yaitu) Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al-Hajj: 41)

Dan jangan pula berpikiran kaum zindiq dan fasiq akanmengayomi orang-orang beriman atau orang-orang selain mereka, yang tidak sependapat dengan mereka. Kenyataannya, ketika mereka berkuasa, orang-orang beriman mereka singkirkan, ulama mereka siksa dan bunuh.

Oleh karena itu, kekuasaan adalah alat untuk menegakkan hujjah Islam yang haq. Jangan pernah abaikan kekuasaan ini agar tidak dijadikan alat untuk melakukan kerusakan dan berbuat kezaliman.

*Mengenai kisah-kisah kezaliman penguasa ini kepada orang-orang saleh akan disampaikan pada waktunya nanti dengan izin Allah.