Malam adalah Siang bagi Orang Cerdik Pandai

Saat Imam Syafi’i menginap di rumah Imam Ahmad, anak Imam Ahmad memperhatikan dua ulama ini di waktu malam. Dia memperhatikan ayahnya, Imam Ahmad, yang sedang khusyu shalat sepanjang malam. Lalu dia perhatikan Imam Syafi’i yang sedang asyik menelaah kitab-kitab fikih hingga banyak masalah terpecahkan saat itu.

Karya besar Imam Al Alusi, yakni kitab tafsirnya sebanyak 16 jilid ditulis diwaktu malam. Beliau tidak mungkin menulis di waktu pagi hingga sore karena kesibukannya mengajar. Waktu senggangnya hanya di waktu malam.

Ketiga ulama besar ini melakukan hal yang bermanfaat di waktu malamnya. Bagaimana dengan kita? Apakah malam-malam yang telah kita lalui kita isi dengan keutamaan-keutamaan atau ia hanya dihabiskan untuk hal yang tidak bermanfaat? Wahai orang yang lalai di masa lalunya, bagaimana kalian bisa mengejar kafilah Shalihin?

Bersegeralah untuk mengisi waktu malam Anda dengan sesuatu yang paling Anda gemari
Karena sesungguhnya malam itu adalah siang bagi orang cerdik pandai