Mengapa Hanya dalam Dua Hari Penderita Corona Meningkat Sangat Tajam?

Berdasarkan data dari Johns Hopkins University ini, penyebaran Virus Corona tampaknya sudah mulai stabil diiringi dengan bertambahnya jumlah penderita yang berhasil sembuh sekitar 25% pasien.
 
Hanya saja yang menjadi keanehan adalah terjadi lonjakan yang sangat tajam pada tanggal 12-14 februari sebesar 20 ribu pasien baru. Karena biasanya hanya naik seribu kasus. Lalu ditanggal berikutnya kembali stabil.
 
Pertanyaannya, ada apakah ditanggal 12-14 sehingga terjadi lonjakan yang cukup dahsyat ini? Apakah telah terjadi otak atik angka penderita Corona oleh pemerintah Cina? Jika ini terjadi, apakah ini artinya bukan jumlah sebenarnya?
 
Dalam situs time.com dijelaskan keanehan ini. Lompatan cukup tinggi dalam kasus-kasus baru disebabkan oleh perubahan dalam kriteria untuk menghitung diagnosa virus. Para pengamat mengatakan ini bisa menjadi langkah ke arah yang benar dan mengarah ke gambaran yang lebih baik tentang situasi di provinsi di pusat penyebaran wabah. Namun, masih ada kekhawatiran tentang transparansi data dari otoritas Cina.
 
Sebelumnya, hanya pasien yang menerima hasil positif dari tes laboratorium yang dimasukkan dalam jumlah kasus yang dilaporkan kepada publik. Kasus yang dikonfirmasi sekarang akan didasarkan pada diagnosis klinis, termasuk penggunaan CT scan. Ini sebelumnya hanya dihitung sebagai “kemungkinan”teinfeksi. Itu berarti bahwa dokter akan memiliki lebih banyak keleluasaan untuk mendiagnosa pasien dengan cepat, daripada menunggu hasil tes laboratorium yang memakan waktu cukup lama apalagi ditambah jumlah pasien yang membludak.
 
“Dalam hal memantau perkembangan wabah infeksi, adalah ide yang masuk akal juga untuk melaporkan kasus yang mungkin terjadi,” Ben Cowling, seorang profesor epidemiologi penyakit menular di Universitas Hong Kong, mengatakan kepada TIME. Dia mengatakan bahwa dia percaya bahwa angka yang dilaporkan oleh pejabat Cina mungkin banyak yang tidak dihitung, karena Cina tidak memiliki kemampuan untuk menguji semua kasus yang dicurigai. Untuk alasan itu, ia mengatakan lebih masuk akal untuk memasukkan mereka yang paling mungkin terinfeksi dalam jumlah infeksi resmi, daripada hanya kasus-kasus yang telah dikonfirmasi oleh tes laboratorium.
 
Banyak ahli mengatakan bahwa hampir pasti bahwa jumlah kasus yang dikonfirmasi secara publik lebih rendah daripada jumlah infeksi sebenarnya — karena berbagai alasan.