Merasakan Nikmatnya Menulis

Imam Bukhari setiap kali mendapat hikmah, beliau selalu menuliskannya. Bahkan ketika sedang dalam istirahatnya.

Saya percaya bahwa Allah Subhanahu wa taala dengan alam semestanya, memberikan hikmah yang sangat luar biasa banyaknya kepada mereka yang mau memikirkannya. Sebagaimana telah terjadi pada diri Imam Bukhari dan banyak ulama lainnya.

Di dalam sejarah, satu orang ulama mampu menulis ratusan hingga ribuan jilid buku. Kita mampu melakukannya dengan didukung dua hal: Pertama, kecintaan pada ilmu pengetahuan. Kedua, antusiasme dalam menulis.

Kedua hal ini ibarat dua sisi dari sekeping uang logam. Atau kompleksitas yang tidak bisa disederhanakan. Keduanya saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.

Seseorang yang ada padanya dua hal ini akan menyiapkan dirinya untuk mencatat setiap lintasan pikirannya. Karena hal itu adalah karunia yang harus disyukuri dengan jalan mencatatnya.

Para ulama dengan segenap jiwanya mencurahkan tenaganya untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Sampai-sampai bila hanya ada arang untuk menulis, maka dia akan menulis. Atau ketika penanya rusak, maka dia akan mencari penggantinya saat itu juga. Meskipun harus membelinya dengan harga yang mahal.