Mereka Meminum Alkohol dan Disinfektan untuk Bisa Sembuh dari Penyakit Corona

Beberapa hari lalu 44 orang di Iran menenggak alkohol. Anggapannya alkohol itu dapat menyembuhkan sakit Corona. Bukannya sembuh, mereka bablas alias modar.

Lalu sekarang di Saudi, dua orang menenggak cairan disinfektan dengan anggapan yang sama. Pemerintah Saudi langsung menangkap keduanya setelah tayangan video online mereka beredar. Mereka bisa dikenai sanksi 5 tahun penjara atau denda sebesar 3 juta riyal (800 ribu dolar)

Sebagian masyarakat mungkin mulai ada yang paranoid saat menghadapi virus Corona ini. Paranoid ditandai proses pikiran yang terganggu yang cirinya berupa kecemasan atau ketakutan yang berlebihan secara tidak rasional dan timbul delusi atau keyakinan yang tidak akurat dan tidak memiliki dasar sama sekali.

Penyakit paranoid ini harus diobati jika tidak ia akan menggerogoti tubuh yang sehat. Bahkan penyakit ini bisa lebih berbahaya daripada penyakit fisik itu sendiri karena tindakannya bisa membahayakan yang dapat berujung pada kematian.

Lawan dari paranoid adalah akal yang sehat. Dan akal yang sehat adalah salah satu akhlak yang baik. Akhlak yang baik diperoleh melalui pembiasaan-pembiasaan yang baik. Artinya akal yang sehat diperoleh dari ilmu dan pemahaman yang baik. Dengan ilmu dan pemahaman seseorang bagaikan memiliki tali yang menghalanginya melakukan kesalahan atau keburukan. Makanya, dalam alQur’an, sinonim kata aqla adalah annuha yang seakar dengan kata yanha yang berarti “melarang” (QS. Thaha: 128) dan kata hijr yang berarti “kamar” yang antara lain berfungsi menghalangi.

https://www.middleeastmonitor.com/20200320-saudi-arabia-arrests-two-men-for-drinking-disinfectant-as-

https://www.kompas.com/global/read/2020/03/12/155901870/termakan-rumor-alkohol-mampu-bunuh-virus-corona-44-warga-negara-iran