Mualaf Menggoncang Dunia

Ini adalah salah satu buku yang pernah saya tulis dengan menggunakan nama pena “Sa’id Ramadhan Al Hafidz”. Nama pena ini saya ambil dari nama dua ulama besar: DR. Said Ramadhan menantu Hasan Al-Banna dan DR. Said Ramadhan Al Buthi rahimahumullah.

Sayang sekali buku ini kini hilang entah dimana. Foto buku saya ambil dari google saja barusan. Buku ini termasuk yang best seller pada saat itu. Yang saya ingat, karena sudah cetakan ke 4. Buku ini diberi kata pengantar Prof. Dadang Kahmad (guru besar UIN Bandung dan ketua PW Muhammadiyah Jabar saat itu)

Kesimpulan setelah saya meneliti tentang para mualaf, saya mendapati para mualaf itu sangat terpengaruh dengan syariat Islam. Mereka membaca Alquran, alhadits dan sejarah nabi dan melakukan komparasi dengan agama-agama lain selama bertahun-tahun lamanya lewat proses sadar, tunduk pada kebenaran dan tanpa paksaan. Jadi jangan heran jika mualaf-mualaf ini lebih kuat keislamannya ketimbang kebanyakan orang Islam yang terlahir sebagai muslim.

Selain itu, rata-rata dari para mualaf ini adalah kalangan terpelajar, secara finansial cukup hingga kaya harta, cerdas, dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Mereka hijrah dari sekularisme, liberalisme, ateisme, feminisme kepada kesempurnaan Islam. “Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).” (Al-Baqarah 257)

Cobalah sekali-kali anda melihat orang² murtadin. Sebagai perbandingan. Perhatikanlah akhlak dan kecerdasan mereka
selepas mereka keluar dari Islam, tampak mengalami penurunan. Karena, mereka keluar dari cahaya Islam menuju kegelapan kekafiran. “Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Albaqarah: 257)