Nasehat Pertama

Sahabatku, sesungguhnya Allah Yang Maha Mengetahui melihat apa yang kita lakukan. Kapanpun dan dimanapun kita berada. Sehingga kita tidak lepas dari pantauannya siang maupun malam. Dia akan memberikan balasan atas apa yang kita lakukan cepat atau lambat. Sesuai yang dikehendaki-Nya. Sesuai dengan keadilan-Nya. Banyak orang yang tidak sadar keadilan-Nya itu pasti tegak. Dan tidak ada yang bisa menghindar dari hukuman-Nya.
 
Ada orang yang mencari rezeki dengan cara yang haram. Semakin banyak dia cari, semakin lupa dia dengan hakikat dirinya. Semakin tidak sadar dia tentang peringatan-peringatan Allah yang datang padanya. Dia bergelimang dalam kenikmatan sebagai bentuk istidraj Allah kepadanya hingga kemudian Allah buka aib-aibnya. Jadilah dia manusia terhina, menderita setelah bahagia. Hanya dalam hitungan detik dan menit keadaan berubah. Ini semua menunjukkan kemuliaan Allah Azza Wa Jalla. Dia Maha Perkasa.
 
Sahabatku, akibat dari kejahatan yang kita lakukan lebih berbahaya daripada beribu-ribu kenikmatan yang ada padanya. Karena kejahatan hanya mengajak kita pada kejahatan yang lainnya. Dan kemudian kita akan binasa karenanya. Sedangkan kenikmatan itu akan berlalu padanya; hilang tidak bersisa.
 
Betapa banyak orang yang ingin kembali tapi sulit kembali bahkan tidak bisa karena banyaknya kejahatan yang dia lakukan. Seperti mengeluarkan kuda dari kandangnya dengan menarik buntutnya. Dia akan menemui kesulitan agar kuda itu mau menuruti apa yang diinginkannya. Atau seperti paku yang tertancap. Ketika kita mencabutnya pasti menimbulkan bekas. Setiap kejahatan yang kita lakukan pasti menimbulkan bekas dihati meskipun kita sudah tidak lagi melakukannya.
 
Sahabatku, Allah memberikan gambaran tentang kalimat yang baik seperti pohon yang baik. Yang akarnya menghujam ke dalam tanah. Maka Allah meneguhkan hamba-Nya yang jujur dalam perbuatan dan perkataan mereka di dunia dan akhirat.
 
Sering sekali kemuliaan seseorang tidak bergantung pada umurnya. Banyak yang mati muda wafat dalam keadaan istiqomah. Hidup dengan mulia atau mati sebagai syuhada. Sering sekali juga kehinaan seseorang tidak bergantung pada umurnya. Betapa banyak waktu yang hanya dihabiskan dengan kemaksiatan. Sedangkan umurnya seratus tahun lamanya!
 
Kita membaca sejarah. Kita lalui seolah melihatnya langsung. Setelah selesai membacanya atau menutup bukunya, kita tafakur sejenak, dimana kini mereka berada? Begitu cepat waktu berlalu! Mereka melakukan dan mengatakan apa saja yang mereka inginkan. Tapi ketahuilah kematian telah menemui mereka.
 
Jangan sombong karena engkau berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Jangan berkhianat karena Allah pasti membalasnya. Jangan lakukan dosa-dosa besar karena azab-Nya sangatlah pedih.