Niat Seorang Mukmin Lebih Baik Daripada Amalnya

Kabarnya Muhammad Al Fatih wafat saat sedang dalam perjalanan menuju Roma. Dia ingin membebaskan Roma sebagaimana dia telah membebaskan Konstantinopel. Dia ingin menggabungkan dua nubuwah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam pada dirinya sendiri.

Saya teringat dengan sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sebagaimana tercantum dalam kitab Shaidul Khathir karya Imam Ibnu Al Jawzy rahimahullah, “Niat seorang mukmin lebih baik daripada amalnya.”

Seorang mukmin itu memiliki sifat ia selalu ingin melakukan kebaikan-kebaikan. Ia selalu berusaha mengamalkan cita-cita yang mulia, padahal ia hanya mampu melaksanakan sebagian saja dari keinginan dan cita-citanya itu. Maka niat seorang mukmin pun pada akhirnya menjadi lebih baik daripada amalnya. Masyaallah….

Jadilah kita para pembebas Roma, para pembebas Alquds, orang-orang yang senantiasa berzikir, tilawah, dan beramal saleh. Walaupun kita tidak tahu sampaikah kita di sisinya, dalam apa yang kita niatkan itu.