Nikmatnya Hidup Dibawah Naungan Al Qur’an dan As Sunnah

Salah satu buku motivasi yang sangat saya sukai dibaca berulang adalah Jaddid Hayatak (perbarui hidupmu) karya Syaikh Muhammad Al Ghazali rahimahullah. Dan buku ini boleh dibilang adalah buku How to Win Friends and Influence People-nya versi Islam. Yakni sebuah buku karya Dale Carnegie yang diulas oleh Syaikh Al Ghazali dari sudut pandang Islam. Walaupun merujuk ke buku itu, Syaikh Al Ghazali tetap memiliki prinsip tersendiri dalam menulis bukunya. Jadi apa-apa yang baik beliau ambil, dan apa-apa yang buruk beliau kritisi dari sudut pandang Islamnya yang kokoh.

Begitu indahnya Syaikh Al Ghazali menulis buku Jaddid Hayatak, mengalir penuh makna dengan bahasa-bahasanya yang sederhana namun mengena di hati pembacanya. Betapa mudahnya Syaikh mencantumkan ayat Al Qur’an atau hadits yang senafas dengannya sehingga membuat bukunya terasa hidup. Tidak heran Syaikh adalah ulama besar Al Azhar khususnya dan dunia umumnya. Al Qur’an dan As Sunnah seolah tersibghoh pada dirinya. Sebagaimana karya beliau yang menawan hati lainnya, semoga menjadi amal jariyah bagi Syaikh.

Dalam menulis, saya sering sekali kesulitan mencantumkan ayat-ayat Al Quran dan hadits yang sesuai dengan nafas dan ruh tulisan saya, karena saya memang sangat sedikit menghafalnya. Berkaca dari buku Syaikh Al Ghazali ini atau karya-karya ulama lainnya yang mengalir penuh makna seperti misalnya Shaidul Khathir karya Imam Ibnu Al Jauzy atau La Tahan karya Aidh Al Qarni rahimahumullah, membuat saya merasa bersedih dengan masa lalu saya. Tak banyak saya belajar agama kecuali sedikit saja. Lisan dan akal saya seolah membeku mengucapkan Kalam Allah dan sabda RasulNya sehingga nilai-nilai Islam tidak sepenuhnya tampil kecuali yang saya pahami dengan sangat sederhana.

Semoga Allah memberikan kepada saya kekuatan untuk Istiqomah menuntut ilmu-ilmu agama, dan yang sedikit ini menjadi berkah penuh hikmah, tidak salah langkah dalam menuliskannya.