Pelajaran dari Tragedi Keluarga Barmaki

Di zaman Bani Abbasiyah terutama saat Khalifah Harun Al Rasyid rahimahullah berkuasa, keluarga Barmaki dikenal sebagai orang-orang kepercayaan khalifah selama puluhan tahun lamanya. Khalifah memberi mereka harta benda yang sangat banyak. Hingga ada yang mengatakan gaji keluarga Barmaki sama dengan gaji Khalifah.

Setiap kritikan terhadap keluarga Barmaki, langsung Khalifah tolak. Tapi ketika zaman Harun Al Rasyid, kritikan itu semakin kuat didengarnya dari para penasehatnya yang non barmaki dan membuat sang Khalifah penasaran. Dia menyamar di sekitar Baghdad untuk menelusuri kebenaran berita-berita yang dia terima. Beberapa kali dia melakukan tugas intelijen seorang diri bersama seorang pengawalnya. Dia temukan fakta yang sebenarnya, sama seperti yang disampaikan kepadanya oleh para penasehatnya tentang perilaku keluarga Barmaki.

Keluarga Barmaki membangun istana yang megah dengan biaya 20 juta Dinar. Kalau dikurskan sekarang sekitar 64 trilyun rupiah. Sementara rakyat yang hidup disekelilingnya dalam keadaan kekurangan. Khalifah marah melihat keadaan yang jomplang ini. Dia juga mendengar banyaknya intrik┬▓ di pemerintahan yang merugikan kekhalifahan itu sendiri. Semuanya terbongkar begitu dahsyat. Hingga akhirnya Khalifah memerintahkan kepala pasukan untuk menjebloskan keluarga Barmaki, menyita aset yang mereka miliki, dan memenggal kepala Ja’far Barmaki yang berstatus pemimpin keluarga Barmaki.

Pergerakan pasukan Khalifah dilakukan secara diam-diam sehingga membuat kaget seluruh isi istana keluarga Barmaki karena kejadian begitu cepat tanpa mereka bisa mengatasinya. Semua perintah Khalifah dilaksanakan dengan baik oleh kepala pasukan. Jadilah keluarga Barmaki mendapat posisi terhina setelah sebelumnya begitu tampak mulia bak seorang raja di atas singgasana. Aib-aib dan kejahatannya terbongkar. Semua terjadi begitu sangat cepat tanpa mereka duga sebelumnya. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan istilah Nakhbah Barmaki (tragedi Barmaki).

Yakinlah bahwa semua kejadian yang ada di dunia ini semua ada dalam pengawasan Allah. Keadilan Allah tidak akan surut karena pasti akan tiba masanya. Jangan melihat kekayaan yang didapat dengan jalan yang haram adalah kemuliaan karena bisa jadi itu semua adalah istidraj belaka. Allah akan mencampakkannya diwaktu yang Dia kehendaki, tanpa disadarinya, tanpa diduganya, dari arah yang tidak disangka-sangka.

Segeralah sadar sebelum kejahatan anda terbongkar. Segeralah tobat sebelum terlambat. Ingat-ingatlah dosa anda di saat anda mendapat banyak kenikmatan dunia karena semua itu hanyalah istidraj bagi diri anda. Jadilah seperti kaum Nabi Yunus, saat mereka melihat tanda-tanda kemurkaan Allah di alam, lalu mereka sadar dan memohon ampun kepada Allah sehingga azab itu akhirnya menyingkir seperti tertiup angin.