Sadarlah Sebelum Terlambat

“Dan orang-orang yang, apabila berbuat keji atau menganiaya diri sendiri, mengingat Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Siapa lagi yang dapat mengampuni dosa, kecuali Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” [Ali ‘Imran: 135]

Saya teringat dengan banyaknya koruptor yang dipenjara. Mereka dulu asyik bersenang-senang dengan harta korupsi hingga pada akhirnya mereka ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Mungkin saja pada saat bersenang-senang itu sudah ada yang mengingatkannya namun mereka tidak mempedulikannya. Mereka bersedih ketika mereka ditangkap. Namun kesedihan mereka itu timbul bukan karena penyesalan dan kesadaran. Melainkan karena citra buruk mereka terlihat dihadapan orang banyak, aib-aib mereka Allah tampakan. Jika saja mereka keluar penjara dengan cepat, niscaya mereka akan mengulangi perbuatan buruk itu lagi.

Lain halnya dengan mereka yang sadar sebelum penangkapan itu terjadi. Dia bertaubat dan menyesali perbuatan keji itu. Maka itulah sebenar-benar kesadaran. Kesadaran yang menenangkan hati. Allah tutup aib-aibnya dan memberinya rahmat serta ampunanNya.

Maka segeralah bertaubat sebelum terlambat. Segeralah sadar sebelum aib-aib diri ditampakkanNya.