Syaikh Nashiruddin Albani Mentakhrij Buku Ikhwanul Muslimin

Syaikh Nashiruddin Al Albani rahimahullah sudah mentakhrij beberapa buku ulama pembesar Ikhwanul Muslimin. Yang saya ingat adalah ketika beliau mentakhrij buku Fiqih Sunnah karya Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah dan Halal Haram karya Syaikh Yusuf Al Qaradhawi hafidzahullah. Kedua ulama itu menyambut upaya Syaikh Al Albani mentakhrij hadits pada buku-buku mereka walaupun ada sebagian yang debatable karena menganggap hadits itu berkualitas Hasan hingga sahih sedangkan Syaikh Al Albani menganggapnya dhaif.

Pada kesempatan kali ini Syaikh Al Albani kembali mentakhrij hadits pada sebuah tulisan yang berjudul “wanita muslimah” karya Syaikh Hasan Al Banna. Tulisan ini adalah salah satu tulisan yang ada dalam buku yang disusun oleh Syaikh Ali Thanthawi rahimahullah dengan judul “Tipe Wanita Muslimah”. Secara khusus Syaikh Al Albani mentakhrij satu tulisan saja dari enam risalah yang semua ditulis oleh ulama² Ikhwanul Muslimin.

Setelah saya baca takhrijnya dalam catatan kaki. Ada beberapa poin yang patut dicatat disini: Pertama, Syaikh Al Albani memberikan catatan kaki dengan mencantumkan beberapa hadits guna mendukung pernyataan Imam Hasan Al Banna. Kedua, Syaikh Al Albani tidak mengomentari hadits-hadits yang mungkin menurut beliau sudah sepakat kesahihannya.

Ketiga, beberapa hadits yang menurut ulama lain sahih, seperti misalnya sebuah hadits riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dishahihkan oleh Imam Al Mundziri tapi dhaif menurut Al Albani karena adanya satu perawi yang dhaif. Keempat, beberapa hadits dikategorikan oleh Al Albani dhaif jiddan (sangat lemah). Setidaknya ada tiga hadits yang dikategorikan dhaif jiddan.

Saling bekerjasama dalam hal keilmuan adalah suatu hal yang baik sekali. Guna memberikan masukan positif kepada para ulama yang alim dan perbincangan keilmuan yang bukan didasari kebencian. Karena tidak ada yang sempurna kecuali Kalamullah dan tidak ada pribadi yang ma’sum kecuali Rasulullah shalallahu alahi wassalam.